5 Ide Games Outbound untuk Gathering Perusahaan Paling Seru

5 Ide Games Outbound untuk Gathering Perusahaan Paling Seru

Menyiapkan susunan permainan lapangan yang edukatif namun tetap memancing gelak tawa merupakan ujian kreativitas bagi panitia HR. Sebab, apabila panitia menyajikan permainan yang monoton (seperti hanya balap karung atau tarik tambang), karyawan dewasa pasti merasa sangat bosan. Oleh karena itu, mencari referensi ide games outbound untuk gathering perusahaan yang relevan dengan tantangan dunia kerja modern menjadi kunci suksesnya acara outing kantor Anda.

Pada kenyataannya, banyak panitia memaksakan permainan yang menguras tenaga fisik secara berlebihan. Sebagai akibatnya, peserta merasa kelelahan, dan beberapa di antaranya justru mengalami cedera otot ringan. Padahal, instruktur profesional selalu mengedepankan permainan yang memutar otak (kognitif) ketimbang sekadar memeras keringat fisik peserta.

Agar Anda berhasil menyajikan acara lapangan yang berkesan dan penuh gelak tawa, mari kita bedah lima ide games outbound untuk gathering perusahaan yang paling populer di kawasan Lembang.

Mengapa Memilih Permainan Lapangan yang Tepat Sangat Krusial?

Secara psikologis, permainan kelompok berfungsi sebagai miniatur simulasi permasalahan di kantor. Ketika peserta mengikuti instruksi permainan, mereka secara tidak sadar mempraktikkan cara mereka berkomunikasi sehari-hari.

Lebih lanjut, permainan yang baik akan memaksa peserta meruntuhkan ego masing-masing demi memenangkan tantangan kelompok. Maka dari itu, fasilitator wajib menyeleksi jenis permainan yang membutuhkan pembagian peran (role play), komunikasi tanpa suara, hingga manajemen waktu.

5 Referensi Permainan Kekompakan Tim Tanpa Cedera

Untuk memudahkan panitia merancang jadwal acara, silakan pelajari kelima simulasi permainan seru berikut ini:

1. Pipa Bocor Berantai (Water Tower)

Pertama-tama, panitia menyiapkan pipa paralon yang penuh dengan lubang kebocoran dan sebuah bola pingpong di dalamnya. Selanjutnya, setiap anggota kelompok harus menutup lubang-lubang tersebut menggunakan jari mereka, sementara rekan lainnya menuangkan air dari ember. Faktanya, permainan ini melatih pengorbanan dan daya tahan kelompok untuk mencapai target perusahaan (mengeluarkan bola pingpong).

2. Labirin Mata Tertutup (Blindfold Minefield)

Kemudian, fasilitator menebarkan berbagai rintangan (seperti bola plastik atau botol air) di atas tanah lapang. Lalu, fasilitator menutup mata seluruh anggota kelompok menggunakan kain, kecuali sang Ketua Tim (Leader). Ketua tim harus memberikan instruksi suara secara akurat untuk memandu rekan-rekannya melewati rintangan tersebut. Tentu saja, simulasi ini melatih rasa saling percaya (trust) antara bawahan dan atasan.

3. Mengurai Simpul Tangan (Human Knot)

Di sisi lain, permainan ini sama sekali tidak membutuhkan properti barang. Instruktur meminta sepuluh orang peserta berdiri membentuk lingkaran kecil dan saling menyilangkan tangan mereka untuk menggenggam tangan rekan di seberangnya. Tantangannya, mereka harus mengurai “benang kusut” tangan tersebut tanpa boleh melepaskan genggaman tangan sama sekali.

4. Roda Gila (Tank Tread)

Selanjutnya, panitia membagikan terpal plastik berukuran memanjang yang telah mereka satukan ujungnya (menyerupai roda rantai tank). Seluruh anggota kelompok harus masuk ke dalam roda terpal tersebut dan menggerakkannya bersama-sama menyerupai roda tank yang sedang melaju. Apabila ada satu orang yang bergerak terlalu cepat atau lambat, roda tersebut pasti akan tersendat dan terjatuh.

5. Memindahkan Bola Karet (Spider Web)

Akhirnya, panitia menyiapkan sebuah bola karet yang bertumpu di atas untaian belasan tali rafia (mirip jaring laba-laba). Setiap peserta harus memegang satu ujung tali rafia tersebut dan menjaga keseimbangan bola karet saat mereka memindahkannya menuju garis finis. Terbukti, sedikit saja miskomunikasi tarikan tali akan membuat bola karet tersebut terjatuh ke tanah.

Eksekusi Ide Permainan Bersama Master Fasilitator

Pada akhirnya, merancang jenis permainan di atas kertas jauh lebih mudah daripada mengeksekusinya di tengah lapangan. Apabila panitia internal tidak mampu membawakan instruksi (briefing) secara jelas dan berwibawa, peserta pasti akan kebingungan saat mempraktikkannya.

Tim fasilitator utama dari Ratu Kreasi Indonesia telah menguasai puluhan modul program team building Lembang yang sarat akan makna edukatif. Kami selalu menutup setiap akhir permainan dengan sesi diskusi evaluasi (debriefing) agar peserta mengerti relevansi permainan tersebut dengan operasional kerja di kantor.

Apakah perusahaan Anda ingin menggelar acara lapangan yang seru, bermakna, dan bebas cedera tahun ini? Mari diskusikan kebutuhan pelatihan karakter (character building) karyawan Anda bersama tim kami hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *