Mengapa Offroad Lebih Efektif Daripada Seminar Motivasi?

Land Rover sedang offroad di alam terbuka, melintasi medan yang menantang dengan semangat petualangan.

Setiap tahun, perusahaan mengalokasikan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk pengembangan SDM. Pilihan klasik biasanya jatuh pada: menyewa motivator mahal, memesan ruang ballroom hotel, dan mengumpulkan karyawan seharian untuk mendengarkan ceramah.

Hasilnya? Semangat mungkin membara selama dua hari. Namun, seminggu kemudian, suasana kantor kembali lesu dan materi motivasi menguap begitu saja.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya sederhana: Karyawan Anda bosan dengan teori.

Ratu Kreasi Indonesia menawarkan perspektif berbeda. Aktivitas luar ruang seperti Offroad Cikole terbukti memiliki dampak jangka panjang yang lebih signifikan dibandingkan seminar dalam ruangan. Berikut adalah 3 alasan ilmiah dan psikologis mengapa Anda harus beralih ke wisata petualangan.

1. Experiential Learning vs Passive Listening

Dalam piramida pembelajaran, manusia hanya mengingat sekitar 20% dari apa yang mereka dengar (Audio). Sebaliknya, manusia mengingat hingga 90% dari apa yang mereka lakukan dan rasakan (Pengalaman Langsung).

Saat seminar, karyawan hanya duduk pasif mendengarkan slide PowerPoint. Oleh karena itu, rasa kantuk seringkali tidak tertahankan.

Bandingkan dengan Offroad. Karyawan terlibat aktif secara fisik dan emosional. Saat mobil Land Rover miring di jalur berlumpur, seluruh indera mereka bekerja. Pengalaman “bertahan hidup” bersama tim ini menciptakan memori otot dan emosi yang kuat. Akibatnya, pelajaran tentang kerjasama tim akan tertanam jauh lebih dalam di alam bawah sadar mereka.

2. Meruntuhkan Tembok Hirarki (Jabatan)

Di ruang seminar, sekat antar jabatan sangat terasa. Bos duduk di kursi VIP depan, manager di tengah, dan staff biasa di belakang. Posisi ini secara tidak sadar mempertegas jarak sosial.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku di dalam hutan Cikole. Di dalam kabin mobil Land Rover yang sempit, lutut Direktur bisa saja bersentuhan dengan lutut Staff Admin.

Semua orang memegang pegangan tangan yang sama dan berteriak ketakutan pada lubang lumpur yang sama. Selain itu, seragam kantor yang kaku digantikan oleh kaos santai yang sama-sama kotor terkena cipratan tanah. Momen inilah yang membuat karyawan merasa “senasib sepenanggungan” dan dihargai sebagai manusia, bukan sekadar bawahan.

3. Adrenalin Sebagai “Lem” Ingatan

Secara psikologis, kenangan yang disertai emosi kuat (seperti rasa takut, kaget, atau gembira luar biasa) akan tersimpan lebih lama di otak. Hormon adrenalin dan dopamin yang meledak saat offroad berfungsi sebagai “lem” ingatan tersebut.

Jika Anda bertanya pada karyawan tentang materi seminar tahun lalu, mereka mungkin lupa. Namun, cobalah tanya tentang momen mobil mogok di hutan atau saat makan liwet bersama di tengah kabut. Mereka pasti menceritakannya dengan antusias dan detail, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Cerita bersama inilah yang menjadi bonding (perekat) budaya perusahaan yang sesungguhnya.

Kesimpulan

Seminar motivasi tidaklah buruk, tetapi seringkali kurang efektif untuk membangun chemistry tim. Jika tujuan Anda adalah meningkatkan solidaritas, loyalitas, dan menyegarkan pikiran karyawan, maka ajaklah mereka keluar dari ruangan ber-AC.

Hutan pinus Lembang menunggu tim Anda. Ubah teori kerjasama menjadi aksi nyata bersama kami!


Konsultasi & Proposal Corporate Gathering:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *